(名):名詞 MEISHI
Kata benda. Kata yang diterangkan oleh RENTAIKEI dari kata yang berkonjugasi; bisa menjadi subjek maupun objek. Termasuk pula kata penolong bilangan dan kata ganti nama diri.
(代名):代名詞 DAIMEISHI
Kata ganti. Kata-kata di dalam MEISHI yang bisa berubah-ubah tergantung pada hubungan pembicara dan pendengar juga tempat pembicaraan. Ada dua jenis, yaitu kata ganti orang dan kata ganti penunjuk.
(形名):形式名詞 KEISHIKIMEISHI
Kata benda nominal. Kata-kata dalam MEISHI yang telah kehilangan arti pokok asalnya; hanya dipakai untuk menominalisasi kalimat yang mendahuluinya.
(自動):自動詞 JIDOOSHI
Kata kerja intransitif. Kata kerja yang tidak mengambil objek yang disertai KAKUJOSHI 「を」, juga ada di antaranya yang mengambil objek, tetapi bentuk perfektifnya menjadi 「…… を …… ている」.
(他動):他動詞 TADOOSHI
Kata kerja transitif. Kata kerja yang mengambil objek yang disertai KAKUJOSHI 「を」, dan bentuk perfektifnya menjadi「…… が …… てある」.
(補動):補助動詞 HOJODOOSHI
Kata kerja penunjang. Salah satu jenis DOOSHI yang tidak mempunyai arti pokok, yang menunjukkan fungsi gramatikal. Disertakan pada DOOSHI yang diikuti SETSUZOKUJOSHI 「て」 juga pada bentuk REN'YOOKEI dari kata yang berkonjugasi.
(形):形容詞 KEIYOOSHI
Kata sifat berakhiran-I.
(補形):補助形容詞 HOJOKEIYOOSHI
Kata sifat penunjang. Kata「ない」dari bentuk sangkalan 「ではない」 dari kalimat yang predikatnya MEISHI.
(形動):形容動詞 KEIYOODOOSHI
Kata sifat berakhiran-NA. Kata yang tidak bisa menjadi subjek walaupun di belakangnya diberi KAKUJOSHI 「が」. Diterangkan oleh FUKUSHI, dan pada waktu menerangkan MEISHI bentuknya menjadi「な」.
(副):副詞 FUKUSHI
Kata keterangan.
(連体):連体詞 RENTAISHI
Kata atributif.
(接):接続詞 SETSUZOKUSHI
Kata sambung.
(感):感動詞 KANDOOSHI
Kata seru.
(格助):格助詞 KAKUJOSHI
Kata bantu kasus.
(副助):副助詞 FUKUJOSHI
Kata bantu tambahan.
(接助):接続助詞 SETSUZOKUJOSHI
Kata bantu sambung.
(並助):並立助詞 HEIRITSUJOSHI
Kata bantu penghubung.
(終助):終助詞 SHUUJOSHI
Kata bantu penutup.
(準助):準体助詞 JUNTAIJOSHI
Kata bantu nominalisasi.
(助動):助動詞 JODOOSHI
Kata kerja bantu.
(接頭):接頭語 SETTOOGO
Awalan.
(接尾):接尾語 SETSUBIGO
Akhiran.
(造):造語成分 ZOOGOSEIBUN
Unsur pembentuk kata.
(連):連語 RENGO
Sanding kata. [setarap dengan …… 《≒ 》]
POLA KONJUGASI DARI DOOSHI DAN KEPENDEKANNYA
(五):五段活用 GODAN-KATSUYOO
Yang bentuk konjugasinya sbb.
(例) よま‐ない(読まない),よみ‐ます(読みます),よん‐で(読んで),よむ(読む),よめ‐ば(読めば),よめ(読め),……
(上一):上一段活用 KAMIICHIDAN-KATSUYOO
Yang bentuk konjugasinya sbb.
(例) み‐ない(見ない),み‐ます(見ます),み‐て(見て),みる(見る),みれ‐ば(見れば),みろ(見ろ),……
(下一):下一段活用 SHIMOICHIDAN-KATSUYOO
Yang bentuk konjugasinya sbb.
(例) たべ‐ない(食べない),たべ‐ます(食べます),たべ‐て(食べて),たべる(食べる),たべれ‐ば(食べれば),たべろ(食べろ),……
(カ変):カ行変格活用 KAGYOO-HENKAKUKATSUYOO
Yang berkonjugasi seperti 「くる(来る)」.
こ‐ない(来ない),き‐ます(来ます),き‐て(来て),くる(来る),くれ‐ば(来れば),こい(来い),……
(サ変):サ行変格活用 SAGYOO-HENKAKUKATSUYOO
Yang berkonjugasi seperti 「する」.
し‐ない,せ‐ず,し‐ます,し‐て,する,すれ‐ば,しろ,……
Apabila satu kata dianggap tergolong dalam beberapa jenis kata, maka jenis katanya dideretkan di dalam ( ) dengan memakai tanda pemisah ・ . Tetapi apabila kata itu tergolong pada (自動)dan(他動)maka hanya ditulis seperti(自他動) . Dalam hal ini urutan penderetannya didasarkan pada urutan derajat kekerapan pemakaiannya.
▼ Bentuk konjugasi utama : Pada waktu jenis (自動)(他動)(形)(形動), bentuk konjugasi utamanya ditunjukkan dengan huruf Romawi sbb.
(自動)(他動)
Bentuk yang bersambung pada 「‐ます」 dan bentuk yang diikuti 「て」. Tetapi untuk SAGYOO-HENKAKUKATSUYOO dari kata benda yang menunjukkan aksi yang diikuti「する」, tidak ditunjukkan.
(形)
Bentuk yang bersambung dengan 「て」.
(形動)
Bentuk yang diikuti 「で」「に」「な」.
▼ CONTOH PENULISAN BAGIAN KATA KEPALA : Bagian kata kepala misalnya sbb.
(例)
· GENKI げんき : 元気 (名・形動)
· AGARU あがる : 上がる・揚がる・挙がる 《騰がる》
· BENKYOO べんきょう : 勉強 (自他動サ変)
· TOOI とおい : 遠い (形)
3.2. KLASIFIKASI ARTI
▼ Apabila kata kepalanya tergolong dalam beberapa jenis kata, dan masing-masing mempunyai perbedaan arti, maka diklasifikasikan dengan memakai nomor I II ……. Dalam arti ini, jenis kata, pola konjugasinya ditulis di belakang masing-masing nomornya.
▼ Apabila kata kepala atau salah satu yang diklasifikasikan di dalam I II …… tsb, arti dan penggunaannya terbagi lagi dalam beberapa macam, maka diklasifikasikan lagi dengan memakai nomor 1 2 …….
▼ Apabila timbul perbedaan aksen akibat pengklasifikasian arti, maka kadang-kadang dicantumkan pula penulisannya di dalam < > di belakang nomor dari klasifikasi itu.
3.3. PENUNJUKAN GAYA BAHASA
Apabila kata kepala mempunyai keistimewaan yang menonjol dalam gaya bahasa, ia akan ditunjukkan di dalam 《 》. Gaya bahasa tsb akan ditulis di baris berikut dari kata kepala. Dan apabila ada nomor pengklasifikasiannya, maka akan ditulis setelahnya.
(例)
· lisan / tulisan
· wanita / laki-laki / kanak-kanak
· formal / informal / netral
· percakapan / sastra / pasar
· kuno / baru
3.4. TERJEMAHAN LANSUNG
Apabila ada kata di dalam bahasa Indonesia yang mempunyai arti yang hampir sama dengan kata kepala atau yang bisa langsung menggantikannya, maka akan dituliskan di dalam 【= 】. Kata tersebut akan ditulis di baris berikut dari bagian kata kepala. Dan apabila ada nomor pengklasifikasian arti atau peunjukan gaya bahasanya, maka akan ditulis setelahnya.
3.5. KETERANGAN ARTI KATA
Arti dari kata kepala diterangkan di sini. Dalam kalimat keterangkan, pada akhir satuan keterangan yang cukup besar diberi tanda ; , dan satuan keterangan yang kecil yang terdapat di dalam satuan besar tersebut di atas diberi tanda , .
3.6. KATA SEARTI
Apabila ada kata bahasa Jepang lain yang arti dan nuansa katanya sama dengan kata kepala, dan dapat menggantikannya dalam berbagai macam pemakaiannya, kata tersebut akan dicantumkan di belakang keterangan arti kata serta huruf Jepangnya yang paling biasa dipakai.
3.7. CONTOH PEMAKAIAN DAN CONTOH KATA MAJEMUK
▼ Contoh kalimat dan kata majemuk yang mengandung kata kepala dicantumkan di belakang kata (MIS).
▼ Contoh kalimat dan contoh kata majemuk masing-masing diberi terjemahan atau keterangan dalam bahasa Indonesia, kemudian itu akan ditulis di dalam tanda 〔 〕 . Bagian dari contoh kalimat atau contoh kata majemuk yang sesuai dengan kata kepala akan diwarnai dan contoh kata majemuk akan dicantumkan pula tanda aksennya.
▼ Apabila terjemahan di dalam 〔 〕 hanya merupakan terjemahan harfiah, dan kenyataannya berbeda dengan arti kalimat, maka akan dicantumkan tanda "har." di depan kalimat terjemahan tsb. Dan apabila terjemahan tersebut merupakan arti kiasan, maka di depan kalimat terjemahannya akan dicantumkan tanda "ki." .
▼ Di dalam kalimat terjemahan, apabila kata terjemahan ada lebih dari dua jenis, maka mereka ditulis di dalam { | }. Dan apabila kata terjemahan dari contoh kata majemuk ada lebih dari dua jenis, maka mereka dideretkan dengan memakai tanda , .
3.8. KATA LAWAN
▼ Apabila ada kata yang mempunyai arti berlawan dengan kata kepala, akan dicantumkan di belakang tanda (KL) . Kata lawan ditulis dengan huruf Jepang, serta terjemahannya ditulis di dalam〔 〕.
▼ Kata lawan ditunjukkan setelah contoh kalimat dan contoh kata majemuk, tetapi apabila kata itu merupakan kata lawan yang mempunyai persamaan dengan beberapa klasifikasi arti yang dicantumkan di sini, maka ditulis di awal dengan didahului tanda (KL) .
3.9. UNGKAPAN SINONIM
▼ Apabila ada kata atau frasa yang artinya hampir sama dengan kata kepala atau yang perlu diperhatikan karena sering dibaurkan pemakaiannya dengan kata kepala, akan ditulis setelah tanda (SIN) . Ungkapan sinonim ditulis dengan huruf Jepang, dan di dalam〔 〕 ditulis perbedaannya dengan kata kepala, bukan artinya.
▼ Ungkapan sinonim ditunjukkan setelah contoh kalimat, contoh kata majemuk, lawan kata, tetapi apabila ungkapan itu merupakan ungkapan sinonim yang mempunyai persamaan dengan beberapa klasifikasi arti yang dicantumkan di sini, maka ditulis di awal dengan didahului tanda (SIN) .
3.10. FASAL ACUAN
▼ Apabila kata yang dicantumkan di dalam kata searti, contoh kata majemuk, kata lawan dan keterangan tambahan itu merupakan kata kepala dalam kamus ini, maka diwarnai biru, kemudian kalau mengelik kata itu, bisa langsung melihat fasar tersebut.
▼ Selain itu, fasal yang ada hubungannya dengan kata kepala dan membantu mempermudah pengertian akan ditunjukkan di belakang tanda (FA) . Tanda (FA) diletakkan setelah contoh kalimat, contoh kata majemuk, kata lawan, kata sinonim dsb, tetapi apabila fasal acuan itu merupakan fasal yang mempunyai persamaan dengan beberapa klasifikasi arti yang dicantumkan di sini, maka ditulis di awal dengan didahului tanda (FA) .
3.11. KETERANGAN TAMBAHAN
▼ Sebagai tambahan untuk keterangan setiap bagian yang telah ditulis di atas, diberikan pula seperlunya keterangan-keterangan sbb.
[LAFAL]
Menunjukkan apabila ada pelafalan atau aksen yang berbeda dengan kata kepala.
[PENULISAN]
Mencantumkan hal yang perlu diperhatikan dalam hal penulisan.
[TATA BAHASA]
Menunjukkan hal yang perlu diperhatikan dalam perubahan bentuk kata dan pergabungannya dengan kata yang lain.
[KATA JADIAN]
Menunjukkan kata yang terdiri dari kata kepala yang bergabung dengan awalan atau akhiran, kata kerja bisa dan jenis kata serta pola konjugasinya.
[ETIMOLOGI]
Menunjukkan kata asal apabila kata itu merupakan kata pungutan, atau menunjukkan unsur kata apabila kata itu merupakan kata majemuk.
[PEMAKAIAN]
Menunjukkan cara pemakaian bersifat perumpamaan, penghitungan dsb dari kata tsb. Juga, menerangkan secara mendetail pembedaan pemakaian dari ungkapan sinonim.
[PERHATIKAN]
Menunjukkan hal-hal di dalam kata kepala, khususnya yang cenderung sering disalah-artikan.
[CATATAN]
Menunjukkan pengetahuan mengenai apa yang ditunjuk oleh kata kepala, atau pengetahuan yang bersifat kebudayaan.
[SAMBUNGAN]
Disediakan hanya untuk(格助) (副助) (並助) (終助) (準助)serta (助動), menunjukkan dengan kata apa semua itu bersambung. Berbeda dengan keterangan tambahan yang lain, ini ditulis di baris berikut dari bagian kata kepala mendahului tanda gaya bahasa, kata terjemahan langsung, keterangan arti kata.
▼ Terkecuali [SAMBUNGAN] setiap jenis keterangan tambahan ditulis di dalam kolom di baris berikut setelah contoh kalimat, contoh kata majemuk, kata lawan, kata sinonim, fasal acuan. Apabila merupakan keterangan tambahan yang mempunyai persamaan dengan beberapa klasifikasi arti yang dicantumkan di sini, maka ditulis di awal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar